Bahasa Indonesia

English

Monthly Archives: July 2015

ITS Buka Teknik Biomedik lewat Jalur Mandiri

Jawapos – 4/7/2015 – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka program studi (prodi) baru bernama Teknik Biomedik. Jurusan itu sebelumnya merupakan cabang disiplin ilmu Teknik Elektro.

Ketua Prodi Teknik Biomedik ITS Dr. Achmad Arifin M. Eng. mengatakan, pembentukan prodi Teknik Biomedik berawal dari mandat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) kepada ITS, ITB, UGM dan UI untuk berperan aktif dalam percepatan level S1 bidang biomedik.

Selanjutnya, lanjut Arifin, kesanggupan ITS terhadap hal tersebut ditagih pada 2014. Dibuatlah Teknik Biomedik. Karena bidang ilmu itu berkaitan erat dengan jurusan teknik elektro, dosen jurusan tersebut diminta untuk menyiapkannya. Rektor ITS pun memberikan surat kesanggupan ke DIKTI. Tepat pada 30 Mei lalu, ITS mendapat surat keputusan (SK) dari Menteri Riset dan Teknologi. Izin bagi ITS untuk membuka prodi Teknik Biomedik itu tertuang dalam SK nomor 1.02/MKP/III/2015 terdanda 30 Maret lalu. “Kami baru menjaring mahasiswa baru lewat jalur mandiri karena izinnya baru keluar akhir Maret,” terangnya.

Pada tahun pertama, Teknik Biomedik menerima 30 mahasiswa baru. Staff pengajar dan sarana prasarana sudah disiapkan. Bahkan Teknik Elektro sudah mempunyai laboratorium khusus Teknik Biomedik. Untuk tenaga pengajar, ada 11 dosen pengampu dengan latar belakang keilmuan di bidang teknik biomedik. Menariknya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, menjadi salah satu bagian di dalamnya. “Bidang studi S-3 beliau ketika di Perancis berkaitan dengan teknik Biomedik,” ucap pria lulusan Tohuku University Jepang pada program S-2 dan S-3 tersebut.

Teknik Biomedik, lanjut Arifin, adalah gabungan antara ilmu teknik elektro dan kesehatan. Prodi itu nanti mencetak mahasiswa dalam empat arahan spesialisasi. Yang pertama adalah Instrumentasi Biomedika Cerdas, yang kedua adalah Teknologi Asistif dan Rehabilitasi Medika. Yang ketiga adalah bidang Pencitraan dan Pengolahan Citra Medika, Terakhir bidang Informatika Medika.

ITS Surabaya Buka Program Studi Teknik Biomedik Mulai Tahun Ini

SURYA.co.id | SURABAYA – Program studi Teknik Biomedik resmi dibuka oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tahun 2015 ini.

Program studi pada Jurusan Teknik Elektro itu siap menerima 30 mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2015/2016 melalui Program Kemitraan dan Mandiri (PKM).

Ketua Prodi Teknik Biomedik Achmad Arifin mengatakan, Teknik Biomedik memiliki peran penting dalam menjawab tantangan kebutuhan insinyur bidang medis di Indonesia.

Menurutnya, saat ini Indonesia masih minim inovasi dalam teknologi kesehatan. Kebanyakan instrumentasi medis yang modern berasal dari asing.

“Teknik Biomedik lahir untuk menjawab tantangan dan peluang tersebut. Pelamar bisa mendaftarkan dirinya melalui website PKM di (www.simits.its.ac.id) atau membuka (www.bme.its.ac.id) untuk info lebih lengkapnya,” terang Arifin ditemui di Jurusan Teknik Elektro ITS, Jumat (3/7/2015).

Selain dasar-dasar ilmu teknik elektro dan kesehatan, prodi ini nantinya akan fokus mencetak mahasiswanya dalam empat arahan spesialisasi. Yang pertama adalah Instrumentasi Biomedika Cerdas. Dalam hal ini, lulusan diharapkan ahli inovasi dan teknologi di bidang peralatan kesehatan.

Sedangkan yang kedua adalah Teknologi Asistif dan Rehabilitasi Medika. Bidang ini fokus pada materi pembelajaran alat bantu atau buatan di bidang medis. Seperti organ buatan atau alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Yang ketiga adalah bidang Pencitraan dan Pengolahan Citra Medika. Terakhir, bidang Informatika Medika. Yaitu bagaimana cara seorang insinyur menyampaikan data-data medik ke users seperti dokter, pasien dan insinyur lainnya.

Untuk membuka prodi ini, Arifin mengaku pihaknya sudah sangat siap. Hal itu dibuktikan dengan adanya sebelas dosen pengampu dengan latar belakang keilmuan di bidang Teknik Biomedik.

Menariknya, mantan Menteri Pendidikan da Kebudayaan RI, Mohammad Nuh menjadi salah satu bagian di dalamnya. “Kebetulan bidang studi S3 beliau ketika di Prancis berkaitan dengan Teknik Biomedik,” ucapnya yang lulusan dari Tohoku University Jepang pada program S2 dan S3 ini.

Selain dosen, berbagai persyaratan yang lain juga telah disiapkan. Berbagai persiapan tersebut adalah kurikulum pembelajaran, ruang perkuliahan dan fasilitas laboratorium.

“Nantinya, mereka akan menggunakan fasilitas yang ada di Jurusan Teknik Elektro ini,” imbuh Arifin.

Awal pendirian Prodi Teknik Biomedik ITS berangkat dari amanah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang memberikan arahan terhadap empat kampus di Indonesia pada tahun 2013 lalu. Waktu itu, ITS, ITB, UGM dan UI ditunjuk untuk berperan aktif dalam percepatan pengembangan program pendidikan level S1 di bidang Teknik Biomedik.

Selanjutnya, kata Arifin, pada 2014 ITS ditagih kesanggupannya akan hal tersebut. Kemudian karena dirasa Teknik Biomedik adalah bidang ilmu yang erat berkaitan dengan Jurusan Teknik Elektro, maka JTE diminta untuk menyiapkannya.

ITS pun memberikan surat kesanggupan ITS ke Dikti. Tepat pada 30 Mei lalu, ITS mendapat Surat Keputusan (SK) dari Menteri Riset dan Teknologi. SK tersebut berisi izin bagi ITS untuk membuka prodi Teknik Biomedik, tertuang dalam SK No: 102/MKP/III/2015 tertanda 30 Maret lalu.

(sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2015/07/03/its-surabaya-buka-program-studi-teknik-biomedik-mulai-tahun-ini)

ITS Buka Prodi Biomedik

SURYA.CO.ID | SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuka Program Studi Teknik Biomedik mulai Tahun Akademik 2015/2016.

“Prodi di bawah naungan Jurusan Teknik Elektro itu siap menerima 30 mahasiswa baru untuk Tahun Ajaran 2015/2016 melalui Program Kemitraan dan Mandiri (PKM),” kata Ketua Prodi Teknik Biomedik ITS, Dr Achmad Arifin M Eng, Jumat (3/7/2015).

Pembukaan prodi ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari Menteri Riset dan Teknologi 102/MKP/III/2015 Tertanggal 30 Mei 2015 yang memberi izin ITS untuk membuka prodi Teknik Biomedik.

“Teknik Biomedik memiliki peran penting dalam menjawab tantangan kebutuhan insinyur bidang medis di Indonesia. Saat ini, Indonesia masih minim inovasi dalam teknologi kesehatan. Kebanyakan instrumentasi medis yang modern berasal dari asing,” katanya.

Teknik Biomedik lahir untuk menjawab tantangan dan peluang tersebut. Pelamar bisa mendaftarkan diri melalui PKM di www.simits.its.ac.id atau membuka www.bme.its.ac.id untuk info lebih lengkap.

Selain dasar-dasar ilmu teknik elektro dan kesehatan, prodi ini nantinya akan fokus mencetak mahasiswa dalam empat arahan spesialisasi.

Spesialisasi pertama adalah Instrumentasi Biomedika Cerdas yang akan mencetak ahli inovasi dan teknologi di bidang peralatan kesehatan.

Spesialisasi kedua adalah Teknologi Asistif dan Rehabilitasi Medika yang fokus pada materi pembelajaran alat bantu atau buatan di bidang medis, seperti organ buatan atau alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Spesialisasi ketiga adalah bidang Pencitraan dan Pengolahan Citra Medika. Spesialisasi keempat adalah Informatika Medika yang fokus bagaimana cara seorang insinyur menyampaikan data-data medik ke users, seperti dokter, pasien dan insinyur lainnya.

“Kami sudah sangat siap dengan prodi ini karena kami memiliki 11 dosen pengampu dengan latar belakang keilmuan di bidang Teknik Biomedik, termasuk mantan Mendikbud Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA yang kebetulan bidang studi S3 ketika di Prancis berkaitan dengan Teknik Biomedik,” katanya.

Selain dosen, berbagai persyaratan yang lain juga telah disiapkan, seperti kurikulum pembelajaran, ruang perkuliahan dan fasilitas laboratorium.

“Nantinya, mereka akan menggunakan fasilitas yang ada di Jurusan Teknik Elektro ini,” kata alumni Tohoku University Jepang (S2 dan S3) itu.

(sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2015/07/03/its-buka-prodi-biomedik)